Kamis, 07 Agustus 2014

Australia Day 1

pic from http://aceh.tribunnews.com/2011/11/07/jamaah-shalat-id-sesaki-baiturrahman

Pertama sekali menginjakkan kaki di Australia, saya tiba di Sydney. Deg-degan campur baur perasaan karena baru saja Subuh di dalam pesawat dan saat itu seharusnya saya sedang bersiap-siap shalat Ied. Tapi yang terjadi, saya berburu waktu ambil bagasi dan menuju ke bagian imigrasi buat cap di passport dan clearance. Alhamdulillah semuanya lancar. Sampai di titik semua barang saya diendus-endusin anjing. Oh Tuhaaan.. hanya Dia saja yang tahu setakut apa saya pada anjing.

Disitulah musibah ini terjadi..

Pesawat selanjutnya ke Brisbane boarding 7.45. Itu artinya saya cuma punya waktu sekitar 15-20 menit. Keluar dari terminal 1 ke terminal 2 yang pertama menyambut saya adalah udara dingin yang berhembus.. brr... Perasaan saya campur aduk waktu itu. 1 Syawal 1435 H benar-benar awal yang baru bagi saya. Di depan petugas saya hendak mengeluarkan boarding pass, sampai saya ingat... Tas hitam saya mana!?

Disaster!!! Innalillahi...Allahuakbar... Allah...Allah.. Bantu saya.. Hanya itu saja yang terpikir. Semua barang berharga dalam tas itu. Semua.. semuanya... TT~TT. Terbayang wajah mak dan bapak.
Saya meluncur kembali ke Terminal 1, sambil terengah-engah saya tanyai setiap petugas..Buggage service adalah tempat pertama yang saya datangi. Mereka menanyakan beberapa hal dan mengarahkan saya ke Airport service di level di atas gedung tersebut. Tiba disana, seorang wanita yang sudah berumur lanjut menyambut saya... "Ya Allah... semoga ini pertanda baik", dan nenek itu menanyakan saya apa yang terjadi, sambil terengah-enagh saya bercerita dan tangis itu pun meledak sudah. Nenek yang baik hati, dia memanggil temannya yang tidak jauh berbeda umur. Dia minta kakek itu mengantar saya ke suatu tempat. Alas... tempat yang kakek itu tuju adalah tempat pertama yang saya datangi. "Saya sudah kesini tadi pak... mereka bilang tidak bisa bantu". Si kakek bingung, mukanya jadi gak enak, dan sangat menyesal. Kami baru saja hendak ke tempat lain, saat petugas di dalam ruangan tersebut menunjuk-nunjuk saya.

Lebaran saya, yang pertama di negeri Kangguru. Hari pertama saya di tanah orang lain. Dan Allah.. Allah.. Allah saja Yang punya kuasa. Seseorang telah menemukan tas saya dan mengembalikannya ke buggage service maskapai penerbangan yang saya tumpangi.
Saya tak sanggup berdiri, dan tersungkur ke lantai... Sujud syukur.. Terimaksih Allah, telah ajarkan saya kuat, telah ajarkan saya berserah dan berharap hanya padaMU semata. Semua yang ada di ruangan menyemangati saya. Orang-orang baik yang terus menepuk pundak saya. "Semua akan baik-baik saja" kata mereka.

Saya salami mereka satu-satu.. Minal Aidin wal Faidzin batin saya berseru.. Semoga Allah membahagiakan kalian semua. Si Kakek masih menunggu di luar ruangan. Menunggu dan menyaksikan semua kejadian dengan tenang. KAkek itu mengucapkan kalimat syukur pada saya. Oh kakek.. harusnya saya sekarang sedang sungkem pada Bapak saya yang seumuran anda. Saya salami dia.. salim seorang anak pada orang yang lebih tua... MAsyaAllah..

Saya jelas tertinggal pesawat, tapi entah dengan kebijakan apa, saya dialihkan ke penerbangan berikutnya tanpa membayar sepeserpun. Mungkin memang saya yang tak mengerti.

Allah MAha Baik..

Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar..wa lillailhamd...

Sepanjang perjalanan di pesawat air mata tumpah ruah,...
Ini lebaran dan Allah tunjukkan saya banyak hal di hari indah ini...

Maka nikmat Tuhanmu yangmanakah yang engkau dustakan

8 Agustus 2014

Jumat, 18 Juli 2014

Contoh Essay untuk Aplikasi LPDP; RENCANA STUDI

Berikut merupakan contoh essay saya yang saya gunakan untuk aplikasi LPDP. Setiap jurusan tentu punya ke.khusus.an masing-masing. Mennghubungkan antara ilmu yang akan diperoleh dengan karir setelah sekolah, menurut saya sangat diperlukan dalam menulis essay ini. Essay saya sangat sederhana, namun semoga contoh ini bermanfaat..

"RENCANA STUDI"

Saya telah menyelesaikan studi saya di Pendidikan Bahasa Inggris pada tahun 2011 dengan nilai Indeks Prestasi Kumulatif yang memuaskan, X.YZ. Di jurusan ini saya belajar unsur-unsur bahasa, pedagogik, dan metode-metode pembelajaran yang bisa diterapkan pada setiap jenis sub pelajaran yang akan saya ajarkan di kelas nantinya. Saya juga berkesempatan mengahadiri seminar-seminar tentang pembelejaran Bahasa Inggris dengan pembicara baik dari dalam maupun luar negeri. Dunia perkuliahan tentunya tidak membuat saya terhenti dalam memberi manfaat pada komunitas sekitar. Saya terlibat dalam kegiatan masyarakat seperti Radio Komunitas Meuraxa yang terwujud untuk membantu pengembangan ekonomi dan informasi penduduk Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh pasca tsunami 2004.
                Tepat setelah saya wisuda, pekerjaan yang sangat saya harapkan pun ditawarkan. Kelas demi kelas saya hadiri sebagai seorang guru Bahasa Inggris. Mulai dari sekolah Taman Kanak-Kanak, Kursus Bahasa, bahkan tingkat universitas. Menjadi guru TK jelas berbeda dengan menjadi guru bagi mahasiswa. Ada hari dimana paginya saya berperan sebagai guru TK, dan sorenya saya harus menyesuaikan diri dengan mahasiswa yang rentang umurnya sangat jauh dibandingkan murid TK atau SD. Namun demikian, saya menganggap hal ini sebagai tantangan yang harus saya hadapi sampai saya menikmati dan mensyukuri pekerjaan ini. Saat ini saya bekerja di sebuah sekolah internasional berbasis Bahasa Inggris semenjak pagi hingga siang, dan setelahnya saya melanjutkan mengajar Bahasa Inggris di tempat kursus bahkan sampai malam. Saya meyakini satu hal dalam teori belajar mengajar bahwa semakin banyak kita berbagi, maka semakin lama pula ilmu itu bertahan di dalam memori kita
         Walaupun demikian, tidak dapat dipungkiri sesering apapun saya mengajar, pembelajaran dan metode terus berkembang dan saya membutuhkan pembaharuan dalam pembelajaran. Ini artinya saya harus meningkatkan kapasitas ilmu saya dalam bidang belajar dan mengajar Bahasa Inggris, dan untuk itulah saya merasa sekolah kembali di jenjang yang lebih tinggi akan membantu saya mewujudkan peningkatan kualitas saya dalam mengajar. Master of Teaching English as Foreign Language pada dasarnya bertujuan mempersiapkan guru-guru Bahasa Inggris yang berkompeten dan berdnamika dalam peningkatan integritasnya sebagai seorang pendidik. Bidang studi yang diajarkan merupakan kelanjutan dan pengkajian lebih dalam dari ilmu yang sebelumnya pernah saya pelajari di jenjang sarjana, seperti misalnya Discourse Functional Grammar, Second Language Acquisition, Methods for Teaching English as a Second Language merupakan mata kuliah dasar pada gelar pasca sarjana ini. Dan ini merupakan pendalaman dari ilmu-ilmu yang pernah saya dapatkan di bangku sarjana dulu. Ilmu ini sendiri kelak akan sangat membantu saya dalam mengajar Bahasa Inggris baik pada tingkat pembelajar dini sampai dewasa.
               Setelah kepulangan saya tentunya saya akan kembali bekerja di institusi yang telah mengantarkan saya sampai sejauh ini, yaitu XXXX dan YYYY. Saya percaya kedua tempat ini berikut peserta didik dan kolega yang ada disana membutuhkan saya. Di XXXX khususnya, belum ada pendidik yang telah melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi seperti pasca sarjana, dan kehadiran saya akan sangat membantu dalam penyusunan kurikulum sekolah dan penyesuaian sistem yang baik untuk diterapkan di sekolah. Sementara di YYYY dimana ada beberapa kolega yang telah mendapat kesempatan pasca sarjana, namun semuanya merupakan lulusan Australia. Kehadiran saya yang merupakan kelulusan Amerika Serikat tentunya akan memberikan warna batu dalam pengajaran di YYYY dimana peserta didiknya kebanyakan adalah mahasiswa dan pegawai negeri dan swasta yang sedang dalam masa persiapan untuk sekolah ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Dengan akses yang luas ini saya percaya, ilmu yang saya dapat kelak akan dapat saya sebarkan secara optimal di berbagai jenjang dan akan memberi manfaat yang kompetitif bagi pendidikan di Aceh kelak. Semoga saja.


Contoh Essay untuk Aplikasi LPDP; KESUKSESAN TERBESARKU

Berikut merupakann contoh essay yang saya submit dalam aplikasi LPDP. Memang banyak cacat dan kekurangannya. Yang baik silahkan diambil, dan yang kurang jangan ditiru. Semoga bermanfaat dan menginspirasi. InshaAllah...
*Jangan Plagiat ya... :P

"Berdamai dengan Penundaan demi Penundaan
Menuju Kesuksesan"

 Terlahir di keluarga besar pada saat kondisi ekonomi keluarga sangat menyesakkan, telah mengajarkan saya satu kata penting dalam mengahadapi hidup; berjuang. Dari umur sangat muda, saya sudah belajar apa itu bersabar dan berhemat, apa itu usaha dan gagal, apa itu pencapaian dan syukur. Semua perjuangan ini sangat terpatri dalam ingatan saya terutama dalam hal jenjang pendidikan. Masih jelas dalam ingatan saya, bagaimana saya harus sekolah dengan pakaian bebas di Taman Kanak-kanak, karena orang tua saya belum mampu membelikan seragam. Ditambah lagi plastik kresek yang jadi wadah bekal. Saat itu merupakan kali pertama dalam hidup, saya bertekad harus jadi orang yang bisa merubah keadaan dan saat itu pula saya percaya sekolah merupakan jalannya. Berkah Tuhan Yang Maha Kuasa pula-lah yang kemudian merubah kehidupan keluarga saya secara perlahan.
             Hidup di kota yang sama sekali berbeda dengan kampung halaman dimana bahkan listrik pun tak ada, merupakan perjuangan besar bagi keluarga saya. Saya pribadi belajar banyak hal, mulai dari membantu ibu melakukan banyak hal untuk mendukung ekonomi keluarga, hingga berjualan di sekolah. Walau demikian kami semua tidak bersedih. Semua langkah hidup saya lakoni, dan yang sangat beperan dalam pembentukan karakter saya adalah pendidikan. Dimulai dari jenjang SMP saya sudah mendaftar sendiri, tanpa bantuan orang tua. Di jenjang SMA, saya mendaftar di empat sekolah favorit di kota saya dan lulus di tiga diantaranya. Saya pun memanfaatkan kesempatan ini untuk menggali sedalam-dalamnya ide yang saya punya. Saya terlibat di berbagai kegiatan sekolah dan pernah menjabat di beberapa posisi penting di sana. Sampai kemudian kelulusan SMA dengan nilai yang sangat memuaskan mengantarkan saya ke jurusan yang juga merupakan jurusan kedua terfavorit di universitas saya pada saat itu.
           Keberanian dan keingintahuan saya yang besar memudahkan saya dalam setiap proses pembelajaran di perkuliahan. Sampai tiba saat dimana seorang dosen favorit saya menceritakan pengalamannya saat bersekolah di Amerika Serikat, tercetus ingin di hati, dengan izin-Nya saya pun pasti bisa. Pengalaman beroganisasi di kampus dan keterlibatan kegiatan-kegiatan di dalam masyarakat membuat saya berkesempatan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan besar yang diadakan sampai di luar daerah. Ini kemudian menjadi batu loncatan bagi saya untuk terus mengembangkan diri. Hingga pada tahun 2007, sebuah organisasi pendidikan Amerika Serikat yang berbasis di Indonesia mengumumkan peluang besar bagi mahasiswa untuk belajar bahasa dan budaya di negeri Paman Sam, saya beranikan diri untuk mencoba. Semua tahapan saya ikuti, sampai akhirnya Tuhan berkehendak saya lulus dan akan diberangkatkan selama 2 bulan pada tahun 2008.
                Pada saat itu, yang terlintas di benak saya adalah, seorang anak dengan baju lusuh dan sepatu tak layak pakai berjalan kaki meniti jalan sedang berangkat sekolah. Anak kecil yang pernah dihina-dinakan karena kemiskinan, bukan karena perilaku. Anak yang pernah menahan lapar karena tak punya apapun untuk dimakan, dengan doa orang tua dan izin Tuhan Yang Maha Berkehendak, saya berkesempatan menginjakkan kaki di tanah kebebasan. Negara adi kuasa yang pendidikannya jauh melampaui negara-negara lain di dunia. Pencapaian ini merupakan sukses yang tidak hanya ditujukan bagi saya tapi juga seluruh anggota keluarga saya. Tak pernah seorang pun di keluarga saya yang berani bermimpi. Namun keyakinan akan kekuatan ilmu pengetahuan dan keyakinan akan Tuhan, manusia mampu mewujudkan hal yang bahkan tak pernah terpikirkan sekalipun.
                Sepulang dari Amerika saya terus berjuang menyelesaikan studi saya dan selesai dengan hasil yang memuaskan dengan IPK X,YZ. Berselang beberapa lama sejak kelulusan pada tahun 2011 saya mengatur rencana-rencana untuk dapat duduk lagi di bangku perkuliahan. Berbekal pengalaman dan koneksi saya selalu ditawari pekerjaan-pekerjaan yang baik. Pada waktu luang pun saya mengisinya dengan terus belajar dan berburu beasiswa. Telah lebih dari 10 kali kesempatan demi kesempatan saya kejar. Banyak yang gagal dari langkah pertama, ada yang gagal di tahap wawancara dan bahkan ada yang gagal di tahap akhir karena hal yang sama sekali diluar kuasa saya. Saya percaya, kata “tidak” tidak berlaku untuk suatu pencapaian atas nama kebaikan. Bagi saya kata “belum” merupakan padanan yang sangat sesuai. Maka sebagai beasiswa ke 11 yang saya ikuti, dan kali ini saya berharap Tuhan merestui dan memberikan yang terbaik, saya berharap sekolah lagi di jenjang yang lebih tinggi merupakan kesuksesan lain yang bisa saya raih. InshaAllah.

Kamis, 17 Juli 2014

Jangan Kalah dengan Angka!!

Success consists of going from failure to failure without loss of enthusiasm
(Winston Churchill)


Mulai menulis ini disaat genting seperti sekarang jelas bukan hal mudah bagi saya. Ya.. berniat menulisnya saat tiket sudah di tangan mungkin harus saya batalkan. Saat ini saya sedang menunggu COE dikeluarkan oleh universitas. Ah.. ini cerita lain, karena yang sebenarnya ingin saya bagi adalah pergulatan sampai di titik yang sekarang dalam berburu beasiswa.

2011 merupakan tahun kelulusan saya dari salah satu universitas di ibu kota Aceh, Banda Aceh dengan titel Sarjana Pendidikan. Yang terpikir saat itu adalah saya harus cari kerja secepatnya. Saya akhirnya mengajar di beberapa tempat dengan pendapatan yang lumayan. Bekerja semerawutan, dari pagi sampai sore, sedikit pun saya tidak terpikir untuk kuliah lagi. Sampai ada satu masalah besar yang harus saya hadapi dan saya merasa sekolah lagi adalah jalan keluar.

Ramadhan pada tahun yang sama merupakan awal perjuangan saya. Mengirim berkas tepat empat hari sebelum deadline. Australian Development Scholarship. Jujur saya tidak pernah belajar banyak tentang Australia dan tentang jurusan yang saya pilih. Mengirimkannya pun, saya tak berharap banyak mengingat beasiswa ini merupakan salah satu beasiswa yang paling banyak peminatnya di Indonesia.

September tahun yang sama, ada Taiwan Higher Education Fair di kampus saya. Acara ini bekerjasama dengan Lembaga Pengelola Sumber Daya Manusia Aceh (LPSDMA), lembaga serupa LPDP yang mengelola penyaluran beasiswa di Provinsi Aceh, dengan pemerintah Taiwan. Kali ini, saya tertarik dan mencoba mendaftar pula. Dan pada November 2011 saya ditelpon pihak LPSDM yang menawarkan saya untuk berganti negara ke Amerika. Saya pun mengiyakan dengan catatan saya mengikuti beberapa proses seleksi masih di bulan yang sama.

Desember saya dapat kabar kalau saya merupakan salah satu dari 750 shortlisted candidates ADS. Terang saja saya kegirangan. dari 4000 pelamar, saya termasuk salah satu yang beruntung untuk dipanggil wawancara. Dan masih pada bulan yang sama saya pun lolos seleksi beasiswa LPSDMA.

Keberuntungan ini jadi lain di tahun 2012. Saya harus menunggu proses pelatihan bahasa LPSDMA yang akan dibuka pada bulan November 2012 sebelum maju ke proses pendaftaran universitas. Wawancara saya dengan ADS pun merupakan pengalaman pahit sekaligus berharga. GAGAL. Ya saya gagal untuk pertama kalinya.

April 2012 saya mulai terbakar, 3 aplikasi yang rumit saya selesaikan dalam bulan tersebut. New Zealand Scholarships, Fulbright Master's Degree, dan DAAD, ya.. DAAD. Mungkin ada yang nyeletuk, ngapain anak jurusan Bahasa Inggris apply DAAD. Saya tak ambil pusing. Saya merasa harus mendaftar karena kalau tidak justru saya mearasa rugi telah melewakan kesempatan.

Ibarat melempar jala ke dalam air, kamu tak pernah tahu kapan ada ikan yang tersangkut di jala mu, usaha adalah usaha, Hasil jelas bukan urusan kita.

Menunggu dan menunggu dan berdoa..
Agustus 2012 saya dapat surat gagal yang kedua dari NZ-Scholarships. Sementara DAAD dan Fulbright saya gagal juga. Masih mau Coba!? tentu saja. Masih di bulan yang sama saya kirim lagi aplikasi ADS yang kedua. Kali ini saya benar-benar berharap banyak, satu dari kesekian kesalahn yang pernah saya lakukan dan saya sarankan jangan pernah anda lakukan. Never expect too much!!

Penantian panjang Beasiswa LPSDMA akhirnya usai sudah. November 2012 saya dan beberapa teman lain mengikuti proses pelatihan bahasa selama 3 bulan penuh. Kami belajar mulai dari Academic Writing, IBT, sampai GRE. Desember tiba dan Alhamdulillah saya kembali shortlisted ADS. Saya senang bukan main.

Belajar dari kegagalan saya yang pertama, kali ini saya benar-benar melakukan persiapan yang matang sebelum diwawancara bulan Januari 2013.

Februari 2013 merupakan bulan terberat buat saya. tepat di hari terakhir pelatihan muncul berita di koran lokal yang jelas sangat mengecewakan. http://aceh.tribunnews.com/2013/02/02/beasiswa-distop
"Jangan kecewa MON!!", batin saya.. masih ada harapan di ADS. Tepat 3 hari sesudahnya, teman-teman seperjuangan ADS mendapat berita bahwa mereka lulus. Saya pun memilih menunggu. Dan akhirnya menelpon pihak ADS dan menanyakan tentang perihal kelulusan.
"Maaf mbak, masih belum.."
Saya ingat betul suara itu, ingat betul setiap kata itu, dan saya ingat betul bagaimana saya menangis saat gagal lagi untuk kesekian kalinya. Saya jelas masih ingat waktu itu memilih menangis ke pinggir Krueng Aceh (nama salah satu sungai di Banda Aceh). Saya menangis sepuasnya, sedih... marah... kesal.. Jelas bukan pengalaman mudah buat saya. Beruntung saya punya teman-teman dan keluarga yang luar biasa. Semingguan itu kami habiskan bersama-sama. Toh masih banyak hal, tak terhitung jumlahnya, yang masih bisa kita syukuri.

Bersedih jangan berlama-lama, April 2013 saya kembali mengirimkan 3 aplikasi sekaligus, Fulbright Master's Degree Scholarships, Fulbright Language Teaching Assistance, dan USAID Prestasi.

Juni 2013 kabar baik datang bagi penerima beasiswa LPSDMA, Beasiswa kembali dilanjutkan dengan catatan-catatan tentunya. Saya tidak mau berandai-andai lagi. Saya kirim lagi aplikasi AAS (dah ganti nama euy) pada bulan Juli.

Agustus 2013, jelas sudah 3 aplikasi yang saya kirim April sebelumnya GATOT alias gagal total. Masih kuat!? Masih dooonk. Hehehehehe.. Entah karena sudah bebal, entah emang muka tebal, tapi mari ambil positifnya. Mungkin saya sudah terbiasa dengan kata gagal dan saya tidak boleh terpengaruh oleh kata itu.

Tepat bulan September aplikasi LPDP pun saya submit. Jujur saya sudah dengan tentang beasiswa ini semenjak "Februari Duka 2013" tapi urung mendaftar karena saya kira jurusan saya tidak ada dalam list sasaran penerima beasiswa. Sesudah mencari tahu dan dengan modal nekat pun, syarat-syarat LPDP saya penuhi.

Tetap nunggu!? enggak lah.. November 2013 saya lagi-lagi kirim aplikasi. Kali ini Chevening. Sementara LPSDMA saya memilih mundur dengan berbagai pertimbangan. Banyak teman yang akhirnya berangkat melalui LPSDMA. Kadang saya menyesal, namun sekarang saya sadar keputusan itu adalah yang sangat tepat mengingat semua yang saya dapat sekarang. Tepat sesudahnya saya dapat surat gagal lagi dari AAS. Kali ini masuk ke dalam shortlisted candidate pun tidak. Nangis lagi!? iya... hehehehe. Lagi-lagi saya punya sahabat-sahabat luar biasa.

"MON... cukupkan, tahun ini perjuangan kita cukupkan", kalimat ini pun merupakan keputusan sulit. Hari serasa kosong. Walaupun saya mengajar dari pagi sampai malam, berhenti berburu beasiswa jelas hal yang sangat tidak mengeenakkan.

2014 tiba dan saya yakin seyakin yakinnya, di tahun ini akan ada jawaban besar buat saya, saya memutuskan berhenti. Dan Tuhan ternyata menjawab doa-doa panjang saya di tahun-tahun sebelumnya. Saya dipanggil untuk wawancara di Jakarta oleh LPDP di bulan Januari. Februari saat menunggu pengumuman kelulusan wawancara LPDP, saya kembali mencoba peruntungan di LPSDM. Ya.. saya langgar janji saya sendiri untuk berhenti ikut beasiswa. Tapi berhenti mencoba jelas bukan keputusan yang baik. Pengumuman lagi di bulan yang sama, saya lulus tahap wawancara dan maju ke tahap Pelatihan Kepemimpinan di bulan Maret. Dan hanya dengan ijinNya lah dan dengan dukungan teman-teman dan keluarga saya bisa sejauh ini. Saya akhirnya terdaftar sebagai salah satu penerima beasiswa LPDP 2014.

Satu kalimat teman..
"Gak akan ada orang yang akan setiap saat menyemangati dirimu, KAMU adalah penyemangat dirimu yang paling utama"

Dan satu fakta: Thomas A. Edison gagal 999 kali sebelum akhirnya bisa menghidupkan bohlam. Jika saat itu ia berhenti di percobaan ke 100, mungkin manusia akan merasakan "kegelapan" lebih lama dari yang  kita kira.

19 Ramadhan 1435 H
17 Juli 2014

Tidak.. perjuangan masih panjang, dan saya masih akan terus berburu..
Semangaaaaaat!! :)

P.S: dapat surat gagal dari Chevening waktu sedang ikut Pelatihan kepemimpinan LPDP.





















Rabu, 19 Februari 2014

One Month One Book Project, Entry #1. INKSPELL

koleksi pribadi
Urgh... SEpertinya pekerjaan bisa merubah kebiasaan seseorang. Dan sangat sulit mengembalikan diri kamu ke "sesuatu' yang kamu sering lakukan di masa lalu, membaca misalnya. Sewaktu remaja dulu, SMP atau SMA, saya bisa membaca 2 novel dalam 1 minggu dan itu ternyata prestasi besar yang agak kelihatan mustahil untuk sekarang. 

Masih ingat kan dengan sihir Harry Potter sekitar tahun 2000-an. Waktu itu saya duduk di bangku SMP-SMA. Seri kelima Harry Potter yang tebalnya sekitar 1200 halaman saya habiskan dalam waktu 4 hari saja! Wow.. Even I feel amazed with myself now. Dan Harry benar-benar membantu saya jadi orang yang cinta buku. Berakhirnya kisah Harry pun membuat intensitas baca buku saya menghilang. Don't get me wrong. Bagi saya, buku yang baik adalah buku yang bisa buat kamu jadi suka baca buku-buku lain dengan genre yang berbeda-beda, and Harry Potter has that. Dan, secara pribadi, saya lebih senang dengan orang yang bacaannya beragam dan gak "stuck" di satu jenis bacaan saja.

NAh.. Tau kan ya kita membicarakan apa. Yup.. kebiasaan membaca. Banyak hal yang dapat kamu kerjakan untuk meningkatkan minat baca, apalagi buat yang tidak suka baca (O_o). Salah satunya seperti poin yang saya sebutkan di atas.

  1. Baca buku yang kamu senangi dan best seller. Ya.. ini mungkin kedengarannya cliche, but it works. REally.. Mulai lah membaca sesuatu yang kamu senangi. kalau kamu orang yang suka kritis dan science, mungkin bisa mulai dengan cerita-cerita detektif seperti Agatha Christie atau Sherlock Holmes mungkin. Jangan pernah salah memilih buku untuk meningkatkan minat baca. Ketertarikan akan membuat kamu mudah mencerna isi dan tentu saja menikmati isi cerita. Begitu buku tersebut selesai kamu baca, pasti kamu ketagihan mau baca buku lain. Sebaliknya, buku yang tidak menarik dan tidak sesuai minat kamu akan menghentikan keinginan kamu dalam membaca.
  2. Enjoy the book. masih berkaitan dengan poin satu, kalau kamu tidak suka ceritanya, berhenti. Cari buku yang genrenya sesuai dengan kamu. Nikmatilah buku seperti kamu menikmati makanan. NIkmatnya akan kurang terasa kalau ada yang tersisa. So.. habiskanlah yang sudah kamu mulai.
  3. Buku Pintar. Bagi yang masih juga belum dapat asiknya membaca bisa juga memulainya dengan baca buku pintar seperti ensiklopedia, almanak, atau majalah misalnya. Intinya Minimal sehari baca satu artikel aja.
  4. Komunitas. Kalau dikaji ulang kenapa jaman saya kuliah saya keranjingan baca bisa jadi karena teman-teman saya suka baca. Yaah.. tidak terpungkiri lagi kan ya, manusia itu makhluk visual. Gampang banget buat ubah lingkungan di sekitar kamu buat suka baca. Di kantor misalnya; coba setiap jam istirahat atau waktu senggang kamu baca buku. Coba seminggu aja, pasti nantinya orang di sekitar kamu juga tertarik buat baca. Di sekolah dulu, saya dan teman-teman justru lomba-lombaan siapa duluan siap baca satu buku apa aja.
Jadi nih manteman.. bergantinya profesi dari siswa/ mahasiswa ke pekerja itu benar-benar bisa merubah karakter dan kebiasaan seseorang. Kerjaan yang menumpuk, waktu yang kok ya kaya gak cukup-cukup.. Belum kehidupan sosial yang juga harus dipenuhi dalam waktu yang bersamaan, persis memaksa kita jadi jauh dari bacaan yang monoton (tapi penting) seperti novel atau buku, artikel gak kehitung lho ya.

Jadi..2 Februari lalu, seorang adik mengajak saya bergabung ke komunitas baca yang bertajuk "One Month One Book". Bergabunglah saya dan saya pilih tanggal entry tulisan jadi tanggal 15. Dan sodara-sodaraaaa... Tanggal 15 itu kaya 4 hari yang lalu. dan buku yang saya pilih adalah INkspell setebal 674 halaman... Dan saya baru baca 25%.. Wadooooow...

BUt.. saya harus lakukan mesti belum selesai..
Berikut review INSPELL(buku kedua trilogi INKHEART) part.1

Meggie akhirnya berkumpul kembali dengan MO dan Resa. Keluarga kecil yang semulanya hidup nomaden ini akhirnya menetap di rumah besar Elinor, kakak kandung Resa. Kehidupa mereka seperti kembali normal sesudah kejadian-kejadian aneh yang mereka lalui.

Farid, si pemuda yang datang dari cerita 1001 malam pun ikut tinggal bersama mereka beserta Gwin, musang bertanduk peliharaan Staubfinger. Ah.. Staubfinger, pikir Farid dia bisa ikut dengannya ke dalam dunia Staubfinger yang indah itu. Di temapat para peri menari-nari dan manusia hidup dalam dinamika karya menyenangkan. Dimana hitam dan putih jelas tergaris. Tempat yang dapat menunjukkan si baik dan jahat secara jelas. Negri impianku ini, pikir Farid. Tapi apa kuasanya. Sewaktu Meggie membacakan secarik kertas yang berhasil ditulis ulang Orpheus, ternyata hanya Staubfinger saja yang masuk ke dunia itu. Sementara Farid dan Gwin tertinggal di dunia nyata. Dan kehidupan nya pun terasa hampar kecuali muunculnya ketertarikannya pada Meggie, ah.. Mereka sudah remaja ternyata.

Farid menyampaikan kekhawatirannya pada Meggie suatu waktu, bahwa Basta masih hidup dan nyaris membunuhnya sebelum Farid berhasil sampai ke rumah ELinor. Ketakutan Farid menjadi-jadi manakala Basta mengancam akan membunuh Staubfinger. Maka Farid pun meminta Meggie membaca untuknya agar ia bisa masuk ke Negeri Tinta tempat Staubfinger berada dan peringatan yang menggebu-gebu ini tersampaikan.

Meggie ternyata punya "ingin" yang sangat berbahaya. Dia merasa perlu ikut ke negeri itu. Cerita Resa, ibunya, tentang dunia itu membuatnya bermimpi bisa disana. Negeri ajaib yang indah.. Maka tanpa sepengetahuan MO dan Resa. Farid, Gwin dan Meggie pun pergi kesana. Ya... Meggie bahkan sampai tertegun sendiri pada kemampuan membacanya. Ternyata dia tidak hanya mampu menukar okoh dalam buku dan dunia nyata, tapi dia juga mampu membawa dirinya masuk kesana.

Tak dinyana.. Mo, ayah Meggie dan Resa berikut Elinor seperti kehilangan pijakan. Mereka ketakutan saat mendapati kamar Meggie kosong dan surat itu. Surat itu pesan Meggie bahwa semuanya akan baik-baik saja. Bahwa dia hanya penasaran dengan kehidupan orang-orang di dunia Tinta.

Sementara di Inkheart, Meggie, Farid dan Gwin terdampar di Hutan tak Berujung selama berhari-hari sampai akhirnya mereka selamat dan bertemu dengan Fenoglio, penulis buku INkheart yang dulunya dikirim Meggie saat ia membacakan satu halaman Inkheart dihadapan Fenoglio. "Akhirnya aku akan pulang", pikir Meggie ang ternyata tidak begitu senang dengan kehidupan disana, bagaimanapun dia rindu Mo dan Resa, orang tuanya.

to be continued...

Kamis, 02 Januari 2014

Random Things; Random Thoughts

  1. You know it's the Hand of God when you typed and sent a text to someone, and for some moment after that you realized that it was stupid words and waited for the reply in horror. But after 15 minutes you checked back.. It's never been sent.. Oh.. for the first time in my life, I love the INTERNET CONNECTION in INDONESIA..
  2. People said that it's just that hard to forget person who has been there in your life and means something different. Try this then; Imagine him/ her in the most disgusting thing he/she can do like picking up his/her nose in public place. Here it goes... Yuck!! I think I can let him/ her go off my mind. Mission accomplished.
  3. The first time I feel so strong in my life was this night. I went to the doctor to check my burnt wound which went worse, alone. In there, the nurse threated me by cleaning the wound, cutting, cleaning... It's hurt like hell and I've got noone on my side but only the nurses. It was raining outside, and I cried in silent. I was alone afterall. Victory!! I made it. I'm okay, but universe tested again by poured the rain from the night sky. It's cold...
  4. What do you think of yourself when you start to like something you don't like before. I hate "kerupuk mulieng" before, but now I eat that. I never drink Pocari Sweat before, but now.. even the smell drives me mad... I want it bad...
  5. I have like 4 handphones all of my life. The first one is Nokia 3310, and my brother sold it. The second one is MOtorola, while the third one is Samsung Star. I still keep them. No.. They're not working anymore. Too old, so they got retired. Haha
  6. Once I look back at 2011, I come to realize I am at this point in my life because I wanted to run off "something". Now, life keeps me upside down, and I want to run from this point in my life to that "something". God is Great afterall. God makes me learn in the hardest way I never knew before. Wiser is word I define myself now... Maybe.
  7. So many people come and leave in my life. Most of them teach me precious lessons, less that showed who they truly are. Afterall, I feel so alived, and grateful.
  8. Decisions can't be made when you're mad, nor when you're sad. Be careful of yourself.
  9. A rejection is always a rejection, no matter how great the first words are. If the last words mean No, then it's a BIG NO! Take that!
  10. MOney is always used for trading. But Most of the time you can spend it for someone else happiness, or hope at its best. Be thrift!
  11. Eat, drink, eat, drink... When you think fat is a burden, then it is so. 
  12. Friends and Money! NO... Never mix it buddy! Trust me! For whatever the reason is, no.. No for mixing them both. Unless, you've got no other relatives or family to ask for.
  13. Love comes in the time you never expect from personality you never expect. And Love.. love.. Come on dude, crush is for short term. Do we have the guts to love? For a way longer?
  14. Family. Place to run for, even sometimes they want you run from them. For the sake of your future they said. Forget it! If they don't understand you, dont push them to do so. Let go.. Just forgive yourself, then them.. And live your life again, your own way.
  15. Live your life.. Laugh as hard as you can. Smile often. Cry less. Appreciate more. Hurt less, and one thing for sure that I learn from my Co-teacher; "Dek, don't ever tried to find out the hurting words people said about you. NO... don't hear it. Close your ears if it hurts you". This Woman teach me something I never knew before. :))

Jumat, 27 Desember 2013

Ketabrak (lagi) di tempat yang sama..

Sudah 3 Jumat berlalu sesudah kejadian tempo hari. Hari ini sah Jumat keempat. Dan tadi sekitar jam 7.30 malam saya dapat pesan dari seorang kakak saya yang terpisah dulu waktu di dalam kandungan (hehehehe... :p), bahwa dia mau jalan di mall yang tidak seberapa mana itu. Dia pun datang dan menjemput saya. Setelah seharian penuh saya habiskan di rumah, saya rasa I need to give some fun for myself, then I went.

Belanja belanja.. pilih-pilih.. what else can we do, it's a mall for God sake. (--")

Sampai waktunya pulang. Kakak gak bisa antar saya sampai rumah karena rumahnya jauh dan saya bisa naik becak juga. Di depan jalan keluar motor saya berhenti dan hampir saja naik ke becak yang sedang nge.tem di sana, samapai saya tiba-tiba berubah pikiran, and I don't know why. You can ask me, but I truly don't have any idea why I didn't go with that 'abang becak". Saya naik lagi ke motor si kakak dan kami mengarah ke tempat banyak becak ngetem lainnya. ada 4 becak disana, dan saya memeilih satu yang sedang terparkir jauh. Si Bapak becak sedang duduk termenung saat saya tanya apa itu becaknya atau bukan. Umurnya mungkin sudah sekitar 50 tahun. Rambutnya sudah hampir putih semua, perwakannya kecil. "kemana?", tanya bapak itu singkat. "Ulee Kareng pak", jawab saya. "15.000 aja", katanya, tanpa ditanya. Saya pun mengiyakan dan becak pun berjalan. Sebelum becaknya jalan si bapak sempat ngomong "Kawannya pulang lain arah ya?". Saya hanya menjawab iya singkat.

Becak melaju sekenanya, tidak ngebut sama sekali. Saya dan si bapak tidak terlibat percakapan apapun. It is so not-like me, you know. Atas namanya naik becak, taksi, atau apapun itu.. saya pasti ajak si pengemudi ngomong. But thattime, we both practically quite. weird.

Sampai di simpang tujuh si bapak tanya lagi, "belok kemana dek?". "Belok kanan habis pak", jawab saya. kecepatan bapak ini paling hanya berkisar sekitar 40-45 km/jam.

Begitu jalan itu saya lewati lagi. Saya teringat dengan kejadian 3 Jumat sebelumnya. Saya ditabrak dari belakang oleh seorang anak di bawah umur (14 tahun saja). Dan horor itu pun membuat saya menghela napas. Si bapak becak tiba-tiba tanya lagi, "kemana dek?". "Belok kanan ke lorong itu pak", kata saya. Dan si bapak pun memutar haluan. Dan sekonyong-konyong dari arah yang berlawanan sebuah motor melaju sangat cepat (saya perkirakan 60-70 km/jam..mungkin) tanpa lampu kendaraan, dan itu malam saudara-saudara. Entah memang sedang naas, entah si motor gak bisa mengelak. Yang jelas motor becak yang saya tumpangi ditabrak. Dan si pemudi motor jumpalitan dan berputar di tanah. Saya sempat teriak "Pak...pak...pak..."

Rabbiy... kejadian itu cepat sekali dan saya ketakutan setengah hidup, setengah lagi mau mati. Si engemudi motor langsung bangun padahal saya yakin lukanya parah. Dan kata yang pertama keluar dari mulutnya adalah "Maaf pak...salah saya pak...salah saya pak... saya gak hidupin lampu". And me!? I was there.. Standing like rock. I couldn't think. and Home is all that I could remember. Saya bayar bapak itu dan saya pun berjalan pulang. saya terlalu ketakutan, mengingat baru 3 minggu yang lalu kejadian yang sama terjadi dan saya jadi korban. malam ini kejadian itu terulang lagi, dan saya disana, hampir jadi korban (lagi), masih di tempat yang sama, di waktu yang sama. Jumat malam.

Saya pulang. Dan setibanya di rumah saya menceritakan kejadiannya, dan saya tidak enak hati teringat dengan Bapak becak dan si pengemudi motor. Saya dan sepupu dan 2 keponakan kembali ke tempat kejadian dengan secerek air dan 2 gelas. Setiba disana ketakutan dan trauma saya berubah jadi amarah.

si bapak becak disudutkan oleh orang-orang yang tadinya tidak ada di tempat kejadian, but.. dengan sekonyong-konyongnya "sok tau", and it's so annoying. and guess what!? Si pengendara motor itu ternyata anak sekolah SLB. dan dia difable saudara-saudara.

WHAT ON EARTH!!

Orang-orang yang ada disitu minta si bapak tidak memperpanjang urusan. Mereka bilang si bapak yang salah. BIG F. dan mereka bilang kasihan anak ini, dia anak yang "kurang akal". WHAT!!

Saya disana mendengar dan menyaksikan si bapak sendirian. Saya pun angkat bicara. dan menjelaskan kejadian sebenarnya. And you know what. Pasti aja ada orang sok tau dan sok pahlwan kan ya di setiap kecelakaan macam itu. Dia nantang saya dengan ngomong. "Gimana kalau saudara adek 'cacat' dan dia dapat kejadian kaya gini!?". and I said... What!? Dalam hati saya berujar, "Saya gak akan ijinin dia naik motor". Dan ternyata itu tidak dalam hati. KAta-kata itu meluncur saudara-saudara ditambah dengan "Saya gak akan ngijinin saudara saya itu berkendara karena akan membahayakan orang lain."

Guess what!? Si sok pahlawan merah padam dan ... saya pun merah padam. keponakan saya yang berumur 17 tahun disitu dan melerai, dia memerintahkan saya (ya... ) untuk pulang. Maaf pak becak. Seenggaknya saya sudah sarankan kalau masalah ini dibawa ke polsek saja. And ornag2 disitu semua bilang jangan.

Si pengendara motor ternyata patah tulang belikatnya. Sigh... Dan dia ternyata masih di bawah umur.

(--")

Kesimpulan cerita...

BERPENDIDIKANALAH SAUDARA-SAUDARA!!! DAN JANGAN BIARKAN ORANG-ORANG DIBAWAH INI MENGEMUDI!!
1. ANAK DIBAWAH 17 TAHUN
2. DIFABLE...
3. ORANG YANG MENTALNYA TERGANGGU
4. ORANG YANG EMOSINYA SEDANG TIDAK STABIL